Uji coba bebas kendaraan yang tengah dilakukan di kawasan Malioboro mulai pada tanggal 3-15 November telah berdampak pada turunnya pendapatan bagi para pedagang kaki lima (PKL). Pemda DIY mengatakan bahwa hal tersebut masih dalam taraf uji coba dan akan kembali dievaluasi.

"Ya memang dengan diberlakukannya bebas kendaraan mulai 3 kemarin itu memang sangat terasa sekali dampaknya terhadap PKL," ucap Slamet Santoso selaku Ketua PKL Jalan Ahmad Yani (Pelmani) Malioboro, ketika dihubungi wartawan, Senin (9/11/2020).

Tak hanya PKL, Slamet juga menyebut bahwa para pemilik toko di kawasan Malioboro juga telah merasakan dampaknya. Bahkan, penurunan tersebut tersara sangat drastis.

"Penurunan untuk PKL sangat-sangat drastis, bisa 60-70 persen. Tapi kalau seperti toko-toko juga banyak yang menjerit, kalau toko sampai 80 persen," ujarnya.

Padahal, selama adanya pandemi COVID-19 yang terjadi sejak bulan Maret sampai dengan Juli para pelaku usaha di Malioboro telah mengalami kurang pemasukan. Akan tetapi masuk bulan Juli hingga Oktober sudah muncul gelagat perekonomian di Malioboro, terutama terdapat beberapa kali long weekend.

"Tapi setelah tanggal 3 kemarin sangat menurun sekali," ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait. Dari pertemuan itu pihaknya telah meminta beberapa tuntutan kepada para pemangku kepentingan.

"Kami sudah lakukan beberapa dialog seperti dengan Kepala Bappeda Provinsi DIY, beberapa anggota dewan dan Kadishub, kami mengajukan beberapa poin," ucapnya.

"Pertama, sebenarnya infrastruktur harus tercukupi dulu. Seperti kantong parkir, terus akses masuk ke kantong parkir. Kedua, kami ajukan bahwa jam penutupan saat sore hari sampai malam. Itu lebih efektif. Sore jam 5 sampai jam 11 malam, atau jam 10 pas karyawan toko pulang kerja," tambahnya.



Ketiga, pihaknya juga telah mengajukan perlu adanya identitas khusus bagi PKL terutama penjual lesehan. Sebab, mereka harus membawa tenda dan barang-barang mereka setiap hari.

"Karena itu perlu angkutan untuk membawanya. Ya seperti ada dispensasi khusus untuk pedagang lesehan lah," ucapnya.

Sementara itu, Paul Zulkarnaen selaku Ketua Paguyuban PKL Tri Darma Malioboro, menyebutkan bahwa pihaknya telah mendukung tentang adanya program Malioboro bebas kendaraan. Akan tetapi Pemda sebaiknya memberi toleransi terutama untuk PKL.

"Kalau sejak adanya program bebas kendaraan ini kami dukung. Tapi alangkah lebih baik kalau untuk PKL diberi ID untuk memudahkan bongkar muat barang. Karena membawa barang ke lokasi kalau jalan kaki kan lumayan," ujarnya.

Di tempat terpisah, Kadarmanta Baskara Aji selaku Sekda DIY menyebutkan bahwa selama ini tidak ada tempat parkir di Malioboro. Maka dari itu dia menilai untuk program itu seharusnya tidak mempengaruhi PKL.

"Ya ini kan baru ujicoba. Kalau kemudian sekarang tidak ada orang berjalan-jalan di Malioboro, saya kira bukan karena kendaraan itu boleh masuk atau tidak boleh masuk," ucapnya kepada wartawan.

"Karena menurut pengalaman kita kalau lakukan ujicoba di Malioboro itu pejalan kaki jauh lebih banyak, pesepeda juga. Ini kan kita belum melewati hari libur, namanya ujicoba sambil berjalan rekayasanya diperbaiki," imbuh Aji.




#pusatbolatangkas#agentangkasonline#bolatangkasnet#daftartangkasnet#situsbolatangkasonlineterpercaya #agenjudimickeymouse #agenbolatangkasmikimos#bolatangkas #caracepatjadikaya #caracepatjadisukses  #stayhealty #gameonline #gamepalingmantap #gamebolatangkas #jackpot #royalflush #joker #sweetgame #PBT 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama