Presiden Joko Widodo menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona (SARS-CoV-2), Rabu (13/1). Penyuntikan vaksin dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Penyuntikan perdana terhadap Jokowi dengan vaksin Covid-19 CoronaVac buatan perusahaan asal China, Sinovac ini menandai program vaksinasi di Indonesia.
Selanjutnya setelah Jokowi, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju turut diberikan suntikan dosis pertama vaksin Sinovac. Kendati begitu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak ikut disuntik vaksin, karena faktor usia.
banyak juga sukarelawan yang terdiri dari berbagai golongan dan profesi ikut mendapatkan vaksin ini. seperti raffi ahmad yang mewakili kaum millenial. banyak pro dan kontra mengenai vaksin jsinovac ini.
yang mau penulis bahas kali ini adalah dimana orang orang yang berteriak dan selalu mengatasnamakan rakyat kecil dan umat, kemana aja ?? jika mereka benar benar cinta rakyat dan patriot bangsa harusnya berdiri digaris depan. jangan cuma berbicara seperti dia yang paling ahli dan mengkritik tanpa ada sedikitpun solusi dan action untuk menyelesaikan masalah. Terlepas dari efektif atau ngak efektif vaksin virus ini berfungsi, setidaknya bapak presiden kita jokowi, telah menunjukan dia berani berada digaris depan dan berani berkorban demi rakyat yang dipimpinnya. FULL RESPECT MR. PRESIDENT.
Seperti pernyataan anggota komisi IX DPR RI, Ribka tjiptaning, yang menolak dan memberikan contoh yang tidak baik dalam menolak vaksin. karena takut resiko mati atau kegagalan. dan rela bahkan rela menjual mobil demi membayar denda untuk menolak vaksin. ( justru bingung yang diwakili ibu DPR ini rakyat atau kepentigan diri dia sendiri) dan mengapa bisa menjadi anggota DPR ??
Tolong berikan solusi dan tindakan yang nyata bagaimana mencegah bagaimana penyebaran virus covid ini. jangan cuma mengoceh tanpa ada solusi, karena ini masalah kita bersama, rakyat indonesia, bangsa indonesia. bukan masalah bersembunyi dan menghindari masalah dan menyelamatkan diri sendiri.
ada lagi ulama yang sudah postif malah menyembunyikan kebenaran bahwa dia positif terhadap virus corona ini. padahal sudah mengumpulkan orang banyak dan melanggar protokol kesehatan. yang dipertanyakan apa yang mesti disembunyikan ? mencintai umatnya? atau malah menjerumuskan umatnya semua yang telah berkumpul dan menyebarkan virus ke anggota keluarga umatnya dan orang lain ??
dan bagi yang sama sekali tidak percaya adanya virus corona ini, silahkan langsung terjun ke Tempat penampungan orang yang terjangkit virus corona ini. liat apakah benar virus ini ada atau ngak, contoh coba aja berkunjung ke wisma atlet tanpa memakai APK.


Posting Komentar