Ilustrasi, sumber foto: Pixabay


Ahli biologi dan molekuler, Dr. Ines Atmosukarto mengatakan meski kasus harian COVID-19 di Indonesia mulai mengalami penurunan, bukan berarti pembatasan pergerakan manusia bisa mulai dikendurkan. Ia berpesan agar pemerintah tetap berhati-hati. Apalagi varian baru corona, B117, sudah resmi masuk ke Indonesia.


Presiden Joko Widodo "Jokowi" pun pernah menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dimilikinya, varian B117 tidak mematikan seperti varian Sars-CoV-2 yang kini mendominasi di Indonesia. Meski demikian, diakuinya bahwa varian B117 memang lebih cepat menular ke orang lain. Menurut Ines, virus yang juga lebih cepat menular ini memang mengkhawatirkan.


“Virus yang lebih cepat menular hingga tiga kali artinya kan akan ada tiga kali lebih banyak orang yang akan tertular. Walaupun dia tidak menyebabkan tingkat kesakitan yang lebih besar, tetapi tetap saja yang (berpotensi) masuk rumah sakit tiga kali lebih banyak, karena potensi yang tertular tiga kali lebih banyak," kata Ines, Senin (8/3/2021).


Ia menambahkan, pada akhirnya rumah sakit akan terbebani lagi jika banyak warga di Indonesia yang terpapar mutasi baru B117. 


“Apalagi kan banyak warga di Indonesia yang memiliki penyakit penyerta (komorbid),” ucapnya.


Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak gegabah meski keseharian kasus COVID-19 semakin menurun. Masker tetap harus digunakan bahkan setelah menerima vaksin COVID-19.


Namun, apakah vaksin yang sudah masuk ke Indonesia efektif memberikan perlindungan terhadap varian baru B117?


Efikasi vaksin CoronaVac berpotensi lebih rendah terhadap varian baru B117


Ines mengaku belum melihat data primer yang dimiliki vaksin CoronaVac terhadap varian baru B117. Namun, menurut dia, hal itu mungkin saja kurang efektif. Pasalnya, CoronaVac dibuat dengan cara konvensional dimana virus yang dilemahkan adalah virus corona yang beredar di awal tahun 2020.


“Kalau virus yang digunakan (untuk vaksinasi) sudah terlalu jauh berbeda dengan varian, mungkin saja bisa terjadi penurunan efikasi. Tetapi, efikasi ini tidak akan drop hingga ke angka nol karena untuk vaksin CoronaVac dibuat dari virus yang diinaktivasi, maka yang digunakan bukan hanya protein S dan menggunakan protein yang lain,” kata perempuan yang meraih gelar doktor di bidang biomolekuler dan biologi seluler ini.


Dengan begitu, lanjut Ines, vaksin CoronaVac diharapkan tidak hanya membentuk antibodi tetapi juga respon imun sel T. Sel T, kata Ines, berfungsi untuk mendeteksi jika ada sel dalam tubuh yang telah terinfeksi, maka sel T tersebut akan membasmi virus. korona.


Karena itu, dia tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap memakai masker. Tujuannya agar varian baru tidak menyebar di Indonesia.


Sementara itu, Ketua Tim Uji Klinis Vaksin CoronaVac, Kusnandi mengatakan vaksin buatan perusahaan farmasi asal China itu diklaim efektif menangkal varian baru B117. Menurut dia, vaksin tersebut masih mampu memberikan perlindungan hingga satu tahun ke depan. Ia juga mengatakan, virus akan terus bermutasi sehingga bisa terus ada.


"Semua virus itu akan berubah untuk mempertahankan diri. Virus manapun akan bermutasi dan gak bisa dicegah. Sifat alamiahnya seperti itu," kata Kusnandi di RS UNPAD, 3 Maret 2021.


Mutasi virus corona baru berpotensi masuk jika pintu perbatasan tidak ditutup


Di sisi lain, Ines juga mengingatkan varian baru virus corona akan tetap masuk ke Indonesia melalui pintu perbatasan. Salah satunya lewat jalur udara.


“Celah masuknya varian baru corona itu melalui pesawat. Oleh sebab itu, deteksi pertama harus terjadi di tempat karantina,” ujarnya.


Ia menambahkan, varian baru corona datang dari luar Indonesia. Jadi, satu-satunya cara menghentikan penyebaran varian baru corona adalah dengan melakukan penyaringan lebih ketat terhadap orang-orang yang berasal dari luar Indonesia. Jika seseorang ditemukan positif COVID-19, maka pengurutan genom wajib dilakukan.


Ines juga mengatakan, otoritas tempat tinggalnya sekarang, Australia, telah menerapkan proses pelacakan yang ketat. Semua warga negara yang tiba dari luar Negeri Kanguru harus dikarantina selama 14 hari. Sedangkan di Indonesia hanya lima hari.


"Di Australia, kami tidak bisa memilih mau lakukan karantina di mana. Begitu landing akan digiring untuk menjalani karantina selama 2 minggu dan tidak boleh menerima kiriman apapun sehingga bila ada virus yang masuk bisa ketahuan," ujarnya lagi.


Indonesia sudah memiliki enam kasus varian baru B117


Sementara itu, setelah mengumumkan dua kasus varian B117 yang resmi masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2021, Kementerian Kesehatan menyebut ada empat kasus lainnya. Dengan demikian, enam kasus B117 telah ditemukan di Tanah Air.


“Badan Litbangkes dan 16 laboratorium yang melakukan pemeriksaan Genome Sequencing, kami sampaikan jumlah kasus terkait B117 sebanyak 4 kasus dari pemeriksaan Genome Sequencing, saat ini,” ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi saat memberikan keterangan pers hari ini (9/3/2021).


Kasus-kasus tersebut merupakan temuan dari 462 sampel yang diperiksa.


Australia tidak terburu-buru untuk memvaksinasi COVID-19 karena pandemi sudah terkendali


Jika Indonesia sudah memulai program vaksinasi sejak 13 Januari 2021, maka Australia baru meluncurkan program serupa selama dua minggu. Namun, kata Ines, Negeri Kangguru tersebut paling lambat divaksinasi dibanding negara lain karena bisa mengendalikan pandemi tanpa memberikan vaksin COVID-19.


“Karena memang di kami kan tidak ada community transmission (penularan di komunitas). Virus ini tidak beredar di masyarakat. Kalaupun ada kasus, kasus (positif COVID-19) ditemukan saat karantina di perbatasan,” ujarnya.


Dia menjelaskan, memang ada bocoran selama proses karantina dimana individu yang dikarantina menularkannya ke staf hotel. Maka, pihak berwenang di negara bagian Victoria akhirnya sempat memberlakukan lockdown.


Berdasarkan data World O Meter, Senin (8/3/2021), terdapat 29.046 warga Australia yang terpapar COVID-19. Sebanyak 26.195 orang berhasil sembuh dan 909 pasien meninggal.

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Pusat Bolatangkas



Post a Comment

أحدث أقدم