Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
Masalah mata bukan hanya rabun dekat (hypermetropia) atau rabun jauh (miopia). Ada masalah lain juga, seperti sindrom penglihatan komputer. Seperti namanya, sindrom ini disebabkan karena terlalu lama menatap layar sehingga menimbulkan pusing, kemerahan pada mata, sehingga penglihatan menjadi kabur.
Ingin tahu lebih banyak tentang sindrom penglihatan komputer? Apa saja pemicu, gejala dan cara mengatasinya? Simak jawabannya di bawah ini!
1. 50-90 persen orang yang bekerja di depan komputer mengalami gejala sindrom ini
Sesuai namanya, computer vision syndrome (CVS) alias sindrom penglihatan komputer terjadi akibat terlalu lama menatap layar komputer. Berdasarkan penelitian, sekitar 50-90 persen orang yang bekerja di depan komputer mengalami gejala sindrom ini, kata laman MD Web. Apakah kamu salah satu dari mereka?
Ternyata, tidak hanya orang dewasa yang mengalami sindrom ini, tapi juga anak-anak. Biasanya anak-anak yang terkena adalah mereka yang terlalu lama menatap layar, baik itu smartphone, tablet atau komputer. Kalau adik atau keponakanmu terlalu lama main game, usahakan awasi mereka agar tidak terkena sindrom ini ya!
2. Terjadi karena mata harus menyesuaikan fokus secara konstan
Penasaran, bagaimana sindrom ini bisa terjadi? Saat kita bekerja di depan komputer, mata kita akan terus menyesuaikan fokusnya, jelas halaman Web MD. Misalnya kita mengatur fokus di layar komputer, kemudian menggeser fokus ke laporan di buku dan kembali mengetik di komputer, terus menerus.
Karena kita mengubah fokus secara konstan, otak akan memproses gambar dengan cepat. Akibatnya otot mata akan bekerja terlalu keras dan terasa lelah. Apalagi jika kita jarang berkedip saat berada di depan layar komputer dan di ruangan yang memiliki AC, mata kita akan lebih cepat kering, ungkap laman India Times.
3. Apa saja gejala sindrom penglihatan komputer?
Bagaimana kita tahu jika kita mengidap sindrom ini? Beberapa gejala ini bisa menjadi tanda, seperti penglihatan kabur, mata kering dan merah, sakit kepala, iritasi mata hingga sakit leher dan punggung, kata halaman MD Web. Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan kerusakan dalam jangka panjang!
Sedangkan menurut situs American Optometric Association, gejala tersebut disebabkan oleh jarak antara mata dan layar yang terlalu dekat, pencahayaan yang buruk, layar yang terlalu terang dan menyilaukan, postur duduk yang buruk, gangguan penglihatan yang tidak terawat dan kombinasi dari semua faktor- faktor ini.
4. Bagaimana cara mendiagnosis sindrom ini?
Jika kamu menatap layar komputer setiap hari, sebaiknya lakukan beberapa pemeriksaan. Ada beberapa tes yang harus dijalani, seperti memeriksa riwayat kesehatan pasien, obat apa yang diminum dan kebiasaan apa yang berkontribusi untuk menciptakan sindrom ini, ungkap laman American Optometric Association.
Dokter juga akan mengukur ketajaman visual, menguji bagaimana mata fokus, bergerak dan bekerja sama. Kemudian, dokter akan mencari tahu mengapa mata sulit fokus dan tegang saat melihat ke layar. Selain itu, kita juga diperiksa apakah sebelumnya pernah mengalami masalah mata seperti rabun jauh, rabun dekat atau astigmatisme.
5. Dapat diobati dengan kacamata dan terapi visual
Setelah dilakukan pengetesan, biasanya kita disarankan untuk memakai kacamata. Berbeda dengan kacamata biasa, kacamata ini memiliki desain lensa khusus yang memaksimalkan kemampuan visual dan kenyamanan, ungkap laman American Optometric Association. Bisa juga memakai lensa kontak yang memiliki kemampuan yang sama.
Namun, sindrom ini terkadang tidak dapat diobati dengan kacamata dan lensa kontak. Apalagi pada orang yang bermasalah dengan koordinasi mata dan fokus. Jika kamu mengalami kondisi ini, dianjurkan untuk mengambil terapi penglihatan atau pelatihan visual. Tujuannya untuk melatih mata dan otak agar bekerja sama.
6. Untuk mengatasinya, kurangi pencahayaan pada layar komputer
Sebagai langkah preventif, kamu bisa mengurangi pencahayaan pada layar komputer. Menurut laman Digital Trends, pencahayaan aman yang ideal ada di kisaran 250 cd / m2. Sedangkan rata-rata kecerahan layar komputer yang digunakan saat ini berkisar antara 300 hingga 350 cd / m2.
Kamu juga dapat menggunakan filter anti-silau untuk monitor komputer. Filter ini membantu mencegah silau dari layar dan mencegah pantulan sinar matahari, kata situs Computer Hope. Memang layar komputer akan tampak lebih gelap, tapi opsi ini lebih aman! Harganya berkisar antara Rp 130 ribu hingga Rp160 ribu.
7. Sesuaikan jarak mata dari monitor, jangan terlalu dekat
Kamu juga dapat mencegahnya dengan menyesuaikan jarak antara mata dan monitor komputer. Jarak teraman adalah 20-28 inch (51-71 cm), saran halaman Web MD. Dengan jarak tersebut, otot mata dan leher tidak akan sakit atau lelah. Selain itu, posisikan layar agar sejajar dengan mata, tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi.
Tidak hanya itu, mata juga perlu istirahat sesekali. Coba gunakan aturan 20-20-20. Setiap kali kamu menatap layar selama 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak 20 kaki selama 20 detik. Ini berguna agar otot mata tidak lelah dan tegang. Jangan lupa untuk mengedipkan mata agar mata tidak mengering dan gunakan obat tetes mata jika mata terlalu kering.
Nah itulah 7 fakta tentang computer vision syndrome yang sering kita alami. Semoga informasi singkat ini bermanfaat!
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Pusat Bolatangkas
Posting Komentar