Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto, sumber foto: Suara.com/Achmad Fauzi
Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan PPKM mikro diperpanjang hingga 19 April. Bersamaan dengan perpanjangan PPKM mikro, pemerintah juga menambah lima daerah yang harus melaksanakan PPKM mikro.
"Pemerintah menambahkan lima daerah lagi yaitu Kalimantan Utara, Aceh, Sumatra Selatan, Riau, dan Papua. Sehingga secara keseluruhan yang ikut PPKM ada 20 provinsi untuk periode tanggal 6-19 April," kata Airlangga dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (5/4/2021).
Pemerintah akan perkecil jaringan di PPKM mikro
Selain itu, lanjut Airlangga, pemerintah juga akan mengurangi jaring di desa atau RT / RW. Hal itu dilakukan untuk menyempurnakan kriteria zonasi di wilayah yang menerapkan PPKM mikro.
“Kalau semula zona merah lebih dari 10 rumah, pemerintah sekarang memperkecil di atas 5 rumah itu merah. Kemudian zona oranyenya 3-5 rumah, zona kuning 1-2 rumah, dan tidak ada kasus dalam 1 rumah itu berarti hijau," kata Airlangga.
Pemerintah telah perbaiki kriteria penanganan COVID-19
Lebih lanjut Airlangga mengatakan, pemerintah saat ini sedang memperbaiki kriteria penanganan COVID-19 di wilayah yang menerapkan PPKM mikro. Perbaikan kriteria tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan COVID-19.
“Yang empat kriteria yaitu kasus kesembuhan, kasus aktif, kasus kematian, dan bed occupancy rate (BOR) itu yang secara analisa ilmiah dan untuk memudahkan di posko-posko, ini berbasis kepada rumah yang dimonitor,” kata dia.
Airlangga mengklaim kasus aktif COVID-19 di Indonesia lebih rendah dari kasus aktif di dunia
Dalam keterangan persnya, Airlangga mengklaim kasus aktif COVID-19 di Indonesia lebih rendah dibandingkan kasus aktif di dunia. Ia mengatakan, kasus aktif di Indonesia saat ini mencapai 7,61 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan kasus aktif dunia, yakni 17,29 persen.
“Kemudian kasus kesembuhan nasional kita sudah mencapai 89,68 persen, dibanding global 80,53 persen. Tinggal yang terkait angka kematian kita masih di atas global yaitu 2,72 dan global 2,18,” kata Airlangga.
“Kalau dilihat dari PPKM mikro dalam beberapa minggu terakhir ini, baik kasus aktif, kasus kesembuhan, maupun kasus fatality rate sudah mengalami penurunan,” lanjutnya.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Pusat Bolatangkas

Posting Komentar