Ilustrasi, sumber foto: HENDRA EKA/JAWA POS
Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa hanya sebagian kecil penerima vaksin AstraZeneca yang mengalami demam dan bengkak setelah divaksinasi. Demikian disampaikan Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.
“Sebanyak kurang lebih 1-10 persen penerima vaksin dari hasil uji klinis yang kita dapatkan demam di atas 38 derajat Celcius,” ujarnya dalam jumpa pers virtual, Selasa (30/3/2021).
Gejala bengkak dan sakit di tempat suntikan sering terjadi
Nadia mengatakan gejala bengkak dan nyeri di tempat suntikan merupakan efek samping dari vaksinasi. Menurutnya hal itu merupakan akibat yang biasa terjadi.
"Bengkak serta adanya rasa sakit pada tempat suntikan adalah efek samping yang biasa ditemukan pada penyelidikan vaksin AstraZeneca," katanya.
Masih ada 130 negara yang belum divaksinasi COVID-19
Kementerian Kesehatan menegaskan, vaksinasi COVID-19 lebih banyak manfaatnya daripada risikonya. Padahal, negara lain saat ini sedang bersaing untuk mendapatkan vaksin.
“Masih ada 130 negara yang saat ini belum bisa menyediakan vaksin untuk negaranya sendiri,” kata Nadia.
Indonesia harus terus melakukan vaksinasi agar bebas COVID-19
Oleh karena itu, kata Nadia, Indonesia tetap harus melakukan vaksinasi COVID-19. Sebab, ini berguna untuk memutus rantai COVID-19.
“Vaksin ini akan memberikan manfaat untuk kita bersama untuk kita keluar dari pandemik COVID-19,” kata Nadia.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Pusat Bolatangkas
إرسال تعليق