Ilustrasi, sumber foto: ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar
Pemerintah telah memutuskan larangan mudik mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Di tengah larangan tersebut, masih banyak orang yang kerap melakukan trik agar bisa pulang di tengah kebijakan larangan tersebut. Sanksi bagi pelanggar juga dipertanyakan.
Juru Bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan sanksi itu penting dalam menjalankan kebijakan. Bentuknya pun bervariasi, dari yang ringan hingga yang berat.
“Kalau berkaca pada tahun lalu, yang bersikeras mudik ada 27 juta, tidak sedikit, ini butuh suatu pengawasan yang luar biasa,” kata Adita dalam jumpa pers virtual, Selasa (6/4/2021).
Pemerintah mengantisipasi perjalanan darat selama mudik
Adita menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Korlantas Polri terkait mudik. Dia mengatakan, pergerakan kendaraan pribadi di luar Jabodetabek perlu diantisipasi.
“Tentu kita tidak ingin memberlakukan (sanksi) ke banyak orang. Harapannya (masyarakat) sudah bisa menyadari (dampak mudik di masa pandemik), bisa dari aspek kesehatan maupun konsekuensi ke diri sendiri,” ujarnya.
Pemerintah memperkuat sosialisasi sebelum memberikan sanksi kepada masyarakat yang mau mudik
Adita mengatakan, pihaknya dan pihak kepolisian sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi seperti tahun sebelumnya, yakni memerintahkan pemudik untuk berbalik arah.
Namun, pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait akan memaksimalkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait larangan mudik.
“Harapannya bisa betul-betul membangun pemahaman masyarakat dan kesadaran. Mudik (saat pandemik) itu nantinya akan banyak yang tidak faedah atau manfaat untuk keluarganya di kampung. Ini hal-hal yang harus kita bangun terus menerus, sehingga potensi menerapkan sanksi bisa kita minimalisir,” terangnya.
Mudik dilarang karena pandemi COVID-19 belum terkendali
Selain itu, Adita menjelaskan, pemerintah melarang mudik untuk mengontrol penyebaran wabah COVID-19. Pemerintah, kata Adita, tidak ingin upaya yang dilakukan semua pihak sia-sia karena pandemi tidak bisa dikendalikan.
“Mudik ini kan pergerakan secara masif, umumnya dari Jabodetabek ke arah timur, Jawa Tengah, Jawa Timur. Daerah ini kan situasinya belum cukup baik, potensi penularan akan sangat tinggi,” ujarnya.
“Dari kami Kemenhub sangat konsen, peduli terhadap pergerakan ini. Ke depan akan ada rencana sekolah tatap muka, kalau gak membaik bisa saja ditunda,” imbuhnya.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Pusat Bolatangkas

إرسال تعليق