Presiden Joko Widodo “Jokowi”, sumber foto: Istimewa
Presiden Joko Widodo "Jokowi" mengingatkan agar masyarakat tidak gegabah terhadap COVID-19, meski kurva sudah menunjukkan penurunan. Jokowi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.
“Kita harus menyampaikan apa adanya bahwa pandemik COVID-19 masih ada dan nyata di negara kita. Oleh sebab itu, kita tetap harus ingat dan waspada, eling lan waspodo (ingat dan waspada), tetap tidak boleh lengah, tidak boleh menyepelekan yang namanya COVID-19,” kata Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (19/4/2021).
Jokowi tidak ingin kasus COVID-19 kembali muncul karena masyarakat sembarangan
Menurut Jokowi, kurva kasus virus corona di Indonesia mengalami penurunan. Dia tidak ingin kurva naik lagi karena orang menyepelekan COVID-19.
“Jangan sampai situasi sekarang yang kurvanya lebih baik menurun, ini menjadi naik lagi gara-gara kita lengah dan tidak waspada,” ujarnya.
Jokowi menjelaskan pertimbangan pemerintah melarang mudik Lebaran 2021
Terkait larangan mudik lebaran 2021, Jokowi menjelaskan, pemerintah mencatat setidaknya ada empat hari libur sepanjang 2020 yang mengakibatkan peningkatan kasus positif COVID-19 di Indonesia. Bahkan, angka kematian mingguan diamati meningkat pada saat itu.
Selama libur Idul Fitri 2020, pemerintah juga mencatat peningkatan kasus virus korona harian hingga 93 persen dan kasus kematian mingguan sebesar 66 persen.
“Kenaikan kasus COVID-19 yang kedua, terjadi saat libur panjang pada 20 sampai 23 Agustus 2020, di mana mengakibatkan kenaikan hingga 119 persen dan tingkat kematian mingguan melonjak sampai 57 persen,” kata Jokowi.
Selama libur panjang dari 28 Oktober hingga 1 November 2020, kasus COVID-19 di Indonesia juga meningkat hingga 95 persen. Angka kematian mingguan juga naik menjadi 75 persen setelah libur panjang usai.
“Terakhir, yang keempat terjadi kenaikan saat libur di akhir tahun, 24 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021, mengakibatkan kenaikan jumlah kasus harian mencapai 78 persen dan peningkatan jumlah kematian mingguan hingga 46 persen,' kata Jokowi.
Keempat kejadian ini menjadi pertimbangan pemerintah memutuskan untuk memberlakukan larangan mudik Lebaran 2021.
Jokowi mengatakan tren kasus COVID-19 di Indonesia semakin membaik
Tak hanya itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengatakan tren penurunan kasus aktif COVID-19 di Indonesia dalam dua bulan terakhir menjadi pertimbangan lain untuk dilarang mudik.
“Menurun dari 176.672 kasus pada 5 Februari 2021 dan 15 April 2021 menjadi 108.032 kasus,” kata Jokowi.
Menurut dia, penambahan kasus harian juga relatif menurun. Indonesia mencatatkan peningkatan kasus harian di kisaran 14 hingga 15 ribu per hari pada Januari 2021. Saat ini jumlah kasus harian berada di kisaran 4.000 hingga 6.000 per hari.
Selain itu, Jokowi juga menyoroti tren pemulihan yang semakin meningkat. “Bila pada 1 Maret 2021 sebanyak 1.151.915 orang yang sembuh atau 85,88 persen dari total kasus, maka di 15 April 2021 meningkat menjadi 1.438.254 pasien sembuh atau telah mencapai 90,5 persen sembuh dari total kasus,” kata Presiden.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Pusat Bolatangkas

Posting Komentar