Peningkatan angka penyebaran virus corona penyebab penyakit Covid-19 agaknya tidak dipedulikan masyarakat.
Ratusan atau ribuan kasus positif Covid-19 bertambah setiap harinya, tetapi masyarakat tetap cuek dan tidak peduli. Misalnya seperti warga Jakarta, masih banyak yang kumpul-kumpul di luar rumah. Seperti restorant, tempat wisata dan pusat perbelanjaan kembali dibanjiri warga. Itulah yang dirasakan Disa Edralyn (27) wanita yang berprofesi sebagai dokter umum. Mengapa tidak ada yang takut akan bahaya Covid-19.Padahal, sudah banyak tenaga kesehatan yang berguguran karena Covid-19, karena merawat mereka-mereka yang awalnya abai dan tidak peduli dengan virus bernama resmi SARS-CoV-2.
Disa sendiri tidak mau jadi pasien positif Covid-19 untuk kali kedua. Iya, dia sempat dinyatakan positif Covid-19 pada pertengahan bulan Juli lalu. Bukan karena berkeliaran dan jalan-jalan keluar rumah, Disa positif Covid-19 karena tugasnya yang berkutat di rumah sakit, membantu para pasien.
"Jujur saya kesal melihat orang orang seperti itu. Sudah hampir enam bulan lebih kita pandemi dan masih mepertanyakan pandemi ini benar apa tidak, saya ini miris gitu. Ini bukan saatnya kita mempertanyakan ini ada atau tidak,” tegas dia.
Dia harap masyarakat sadar bahwa sebenarnya ujung tombak melawan Covid-19 ini bukan tenaga kesehatan lagi. Namun, ujung tombak kini berada di pundak masing-masing warga. Hanya kesadaran dan kepekaan masyarakat tentang kesehatanlah yang bisa menyelamatkan dari Covid-19.


Posting Komentar