Ilustrasi, sumber foto: Unsplash.com/benwhitephotography
Masa lalu memang berkontribusi pada siapa dirimu sekarang. Apalagi prestasi yang pernah kamu raih. Seperti sedang membangun rumah, prestasi adalah bahan yang sangat berkualitas untuk mewujudkan rumah impianmu.
Tetapi berhati-hatilah. Jangan sampai kebanggaanmu terhadap sederet prestasi yang telah kamu raih di masa lalu justru membuat terjebak di masa lalu. Lantas, apa saja tanda-tanda kamu telah terjebak dalam kejayaan masa lalu? Perhatikan 6 tanda berikut:
1. Tahun-tahun terus berubah dan kamu masih mengungkit pencapaian masa lalu
Pencapaiannya sangat mengesankan, bagimu semua itu merasa baru saja terjadi kemarin. Namun bagi orang yang sudah tidak hanya sekali-dua kali mendengar cerita langsung darimu, jarak waktu antara pencapaian tersebut dan sekarang sangatlah jauh dan sepertinya sudah tidak relevan untuk dibicarakan hari ini.
Mereka bosan mendengarnya, tetapi kamu tidak menyadarinya karena kamu masih bahkan tenggelam dalam kenangan akan kejayaan masa lalu. Kamu mungkin baru menyadarinya saat respons terhadap cerita pencapaianmu semakin sepi.
2. Kamu sangat senang mengungkit pencapaian masa lalumu, kamu tidak menyadari bahwa pendengarmu tidak terlalu peduli
Ada banyak alasan mengapa pendengarmu tidak peduli dengan semua cerita pencapaianmu. Untuk satu hal, waktu pencapaian ini terlalu jauh dari sekarang. Apalagi jika kamu menceritakannya kepada orang yang jauh lebih muda dari dirimu.
Ketika kamu mencapai prestasi gemilang itu, mereka mungkin masih disibukkan dengan hal-hal lain sesuai usianya sehingga mereka tidak menganggap ceritamu sebagai hal yang penting. Mereka tidak dapat memenuhi momen yang sangat spesial bagimu. Alih-alih membuat mereka terkesan, semua yang kamu ceritakan mungkin hanya akan masuk ke telinga kanan dan keluar lagi ke telinga kiri.
3. Kamu dicap narsis
Tidak semua orang narsis terjebak dalam kejayaan masa lalu. Namun, orang yang terjebak dalam kejayaan masa lalu akan dianggap narsis, berlebihan dalam memedulikan atau mencintai diri sendiri. Sayangnya, jika kamu terjebak dalam kejayaan masa lalu, sosok yang terlalu kamu cintai adalah sosokmu di masa lalu, saat kamu mencapai pencapaian itu. Bukan siapa dirimu sekarang.
Kamu begitu sering terlempar kembali ke hari-hari emasmu. Ketika kamu menyadari bahwa dirimu tidak lagi berada di sana, kamu merasa perlu memberi tahu sebanyak mungkin orang tentang tahun-tahun emasmu. Kamu merasa senang dengan ingatan tersebut dan kebahagiaanmu meningkat ketika orang-orang menanggapi ceritamu secara positif. Sensasi inilah yang membuat dirimu ketagihan untuk mengungkit kesuksesan masa lalumu.
4. Kamu haus akan pengakuan
Usia mungkin berubah, tetapi kamu ingin orang tetap mengingat pencapaian terbaikmu. Sebenarnya, tanpa kamu repot-repot mengingatkan mereka, mungkin mereka juga akan mengingat bagaimana kamu mencapai prestasi ini. Hanya saja, seiring berjalannya waktu dan banyaknya hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak lagi merasa perlu untuk membahasnya.
Itulah yang tidak sesuai dengan rasa hausmu akan pengakuan. Kemudian kamu terus mencari cara untuk menunjukkan pencapaianmu. Ketika orang tua yang menyaksikan masa kejayaanmu tidak ada lagi di sekitarmu, kamu mulai menargetkan sembarang orang. Semakin mereka tidak tahu bahwa kamu telah mencapai salah satu dari hal-hal ini, keinginanmu untuk memberi tahu mereka semakin membara.
5. Nyatanya kamu merasa sangat tidak puas dengan kondisimu saat ini
Dari mana asal ketidakpuasan itu? Dari kesadaranmu sendiri bahwa sekarang kamu tidak lagi sejaya dulu. Prestasimu pernah luar biasa, tetapi semakin redup saja.
Yuk, buat daftar prestasimu dari tahun ke tahun. Sejauh mana kamu jujur, kamu akan mendapati grafik kinerjamu terus menurun. Bahkan tanpa kamu menulis atau menggambarnya, hatimu sebenarnya tahu betul.
6. Kamu memiliki hambatan besar untuk mencetak prestasi baru
Bentuk pencapaiannya tentu beragam. Namun apapun bentuknya, kamu merasa ada kendala besar yang membuat dirimu kesulitan untuk mencetaknya. Kamu mengalami kesulitan tanpa menemukan alasan yang jelas mengapa hal itu begitu sulit bagimu. Tentunya karena kendala tidak datang dari luar tapi dari dalam diri sendiri.
Semestinya dengan segala prestasi yang pernah kamu raih, layaknya sebuah kendaraan, kamu harus memiliki bekal bahan bakar yang lebih banyak untuk menghasilkan prestasi lainnya. Namun, karena pikiranmu terpaku pada kejayaan masa lalu, sebenarnya kamu merasa tidak mungkin bisa meraih prestasi lagi. Hampir tidak menyamai prestasi sebelumnya, apalagi lebih dari itu.
Di satu sisi, ingatan akan kejayaan masa lalu membuat dirimu merasa nyaman. Di sisi lain, diam-diam juga membuatmu stres. Karena sebenarnya kamu ingin menciptakan kembali yang kedua, ketiga, dan seterusnya, tetapi kamu merasa telah kehilangan semua kemampuanmu.
Tapi tentu saja, jika kamu bisa melakukannya di masa lalu, sekarang kamu juga bisa melakukannya. Kamu hanya perlu meletakkan memori kejayaan masa lalumu di laci yang tepat, menutupnya rapat-rapat, dan ingin memulai kembali dari awal seolah-olah kamu tidak pernah mencapai prestasi tersebut.
Dengan begitu kamu akan terus belajar hal-hal baru, mudah menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dan tantangan saat ini, dan tidak punya alasan untuk tidak berusaha keras. Jangan biarkan kejayaan masa lalu melemahkanmu dan menurunkan produktivitasmu.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Pusat Bolatangkas

إرسال تعليق