Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


Mirip dengan semua produk susu, kalsium merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh kita. Salah satu jenis mineral ini berfungsi untuk menguatkan tulang dan gigi serta menjaga otot dan jantung bekerja dengan baik.


Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan pentingnya kalsium. Akibatnya tubuh mengalami hipokalemia atau gangguan akibat kekurangan kalsium. Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Nature Research pada 2015, sekitar 3,5 miliar orang di seluruh dunia berisiko mengalami kondisi tersebut.


Kekurangan kalsium bisa menyebabkan masalah jangka panjang


Hipokalsemia yang dibiarkan terus menerus akan menimbulkan berbagai masalah dalam jangka panjang. Diantaranya adalah osteoporosis (pengeroposan tulang), katarak, hingga gangguan pada otak.


Sedangkan dalam jangka pendek, kekurangan kalsium dapat ditandai dengan beberapa kondisi. Kalian harus memahaminya untuk berjaga-jaga. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasannya berikut ini!


1. Gangguan otot


Tidak mudah untuk menentukan apakah tubuh kita kekurangan kalsium atau tidak. Namun, salah satu tanda yang bisa menunjukkan adanya masalah tersebut adalah terganggunya fungsi otot. Secara umum kondisi ini berupa kram, nyeri, dan kejang pada otot.


Pada kasus lain, gangguan otot juga bisa menyebabkan nyeri pada paha dan lengan saat bergerak. Ada juga gejala mati rasa di tangan, lengan, kaki, dan sekitar mulut. Tanda-tanda yang disebutkan ini bisa datang dan pergi.


2. Perubahan pada kuku, kulit, dan rambut


Kalsium berperan penting dalam pertumbuhan dan kesehatan kulit, kuku, dan rambut. Oleh karena itu, jika kita tidak mendapatkan asupan yang cukup, akan terjadi beberapa perubahan pada ketiga organ tersebut. Melansir Medical News Today, berikut dampaknya:


  • Kulit kering dan kasar;

  • Dapat menyebabkan eksim atau peradangan pada kulit yang gatal, merah, dan kering;

  • Psoriasis;

  • Rambut rusak;

  • Kuku menjadi kering dan mudah patah.

  • Selain itu, kekurangan kalsium juga menghambat pertumbuhan kuku, kulit, dan rambut. Ketiganya menjadi lebih rapuh dari sebelumnya.


3. Kelelahan yang hebat


Rendahnya kadar kalsium dalam tubuh juga bisa membuat kita merasa sangat lelah. Tubuh akan terasa lemas, lesu dan kehilangan energi terutama di siang hari. Sayangnya, kondisi ini tak kunjung hilang meski kita sudah cukup tidur.


Melansir D-Calusa, kondisi ini kerap memicu insomnia dan brain fog yang ditandai dengan penurunan fokus, mudah lupa, dan kebingungan.


4. Masalah gigi


Seperti yang kalian ketahui, kalsium juga berperan besar dalam pertumbuhan gigi. Ketika kadar mineralnya di bawah batas normal, tubuh akan menarik kalsium ke dalam gigi. Akibatnya akan timbul beberapa masalah seperti:


  • Gigi menjadi rapuh;

  • Rentan terhadap keropos;

  • Munculnya iritasi pada gusi;

  • Akar gigi melemah.


5. Gejala PMS semakin parah


Kadar kalsium juga terkait erat dengan tingkat keparahan gejala sindrom pramenstruasi (PMS). Sebuah studi tahun 2017 dari Obstetrics and Gynecology Science menyebutkan bahwa zat tersebut dapat merangsang produksi serotonin dan metabolisme triptofan yang berguna untuk meredakan gejala PMS.


Sebaliknya, seseorang yang kekurangan kalsium akan mengalami gejala PMS yang parah. Ini termasuk kram perut, perubahan suasana hati, nyeri otot, sulit tidur, dan sakit kepala. Jika kamu mengalaminya, ada baiknya mengkonsumsi suplemen kalsium dari sebelumnya hingga masa menstruasi berlangsung.


6. Memicu depresi


Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa kalsium merupakan salah satu jenis mineral yang sangat erat kaitannya dengan mood manusia. Oleh karena itu, orang yang tidak mendapatkan cukup kalsium lebih rentan mengalami gangguan mood seperti depresi.


Menurut studi Nutrition Research and Practice tahun 2012, korelasi ini terjadi karena kalsium berperan sebagai neurotransmitter dalam metabolisme tubuh. Saat kadar kalsium menurun, rangsangan pada jaringan saraf yang mengatur emosi juga akan berkurang. Alhasil, mood rentan terganggu.


7. Osteopenia


Tanda terakhir kekurangan asupan kalsium adalah osteopenia. Ini adalah kondisi di mana kepadatan tulang berkurang, tetapi tidak terlalu parah sehingga mudah patah. Secara sederhana, osteopenia adalah cikal bakal terjadinya osteoporosis.


Dilansir Medical News Today, osteopenia bisa terjadi karena tubuh membutuhkan cadangan kalsium di tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika kita tidak menebusnya dengan makan makanan kaya kalsium, tulang akan terus kehilangan kepadatannya dan akhirnya menyebabkan osteoporosis.


Ini adalah beberapa tanda yang mungkin muncul ketika tubuh kita kekurangan kalsium. Ini bisa berakibat fatal dalam jangka panjang, jadi tidak boleh diremehkan. Asupan kalsium bisa kamu penuhi dari berbagai sumber. Mulai dari susu, yogurt, keju, sayuran hijau, susu kedelai, roti, ikan, biji-bijian, kacang-kacangan, hingga tahu.

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Pusat Bolatangkas

Post a Comment

أحدث أقدم