Guguran lava terlihat dari Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (17/1/2021). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.
Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menggeliat dengan melepaskan guguran lava dan guguran lava pijar pada Sabtu 13 Maret 2021.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, Minggu (14/3/2021) mengatakan, terpantau 23 kali longsoran lahar dan lava pijar selama periode pengamatan dari pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.
Jarak luncur lava dan lava pijar sejauh 1.000 meter
Masih kata Hanik, longsoran lahar dan aktivitas lava pijar yang terjadi memiliki jarak luncur maksimal 1.000 meter. Sedangkan arah luncur mengarah ke Barat Daya.
"Teramati 23 kali guguran lava dan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 m ke arah Barat Daya," kata Hanik.
Terjadi 144 longsoran gempa
Selain guguran lava dan lava pijar, BPPTKG juga mengamati 144 kali gempa guguran, 1 gempa frekuensi rendah, 2 gempa multi fase, 2 gempa tektonik, dan 10 kali gempa embusan. Sedangkan untuk deformasi rata-rata terjadi pemendekan sebesar 0,1 cm per hari.
“Laju rata-rata pemendekan sebesar 0,1 cm per hari (dalam tiga hari),” ujarnya.
Status Merapi masih siaga
Hanik menjelaskan, hingga saat ini status Gunung Merapi masih siaga. Potensi bahaya letusan Gunung Merapi berupa guguran lava dan awan panas di sektor Selatan-Barat Daya, meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih dengan jarak maksimum 5 km.
Sedangkan di sektor Tenggara yaitu sungai Gendol yang berjarak 3 km, potensi bahaya serupa juga perlu diwaspadai.
“Erupsi eksplosif juga masih berpeluang terjadi dengan potensi bahaya berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak,” jelasnya.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Pusat Bolatangkas
إرسال تعليق