Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
Pusat Bola Tangkas - Pemerintah China menjanjikan bantuan ke Afghanistan sebesar 200 juta yuan (sekitar Rp 441,8 miliar) dalam keterangan yang disampaikan Rabu (8/9/2021).
Pada saat yang sama, Beijing juga meminta negara lain untuk memberikan bantuan kepada Afghanistan.
Bantuan datang ketika China siap menjaga komunikasi dengan Taliban
https://twitter.com/SpokespersonCHN/status/1435634537141202945?s=20
Dilansir dari BBC, selain bantuan senilai 200 juta yuan, China juga berjanji akan memasok logistik dan mendistribusikan 3 juta vaksin COVID-19 untuk Afghanistan.
Bantuan itu datang saat China bersiap untuk menjaga komunikasi dengan pemerintah Taliban. Penasihat dan menteri luar negeri China, Wang Yi, menghadiri pertemuan tingkat menteri tentang masalah Afghanistan dengan tetangganya.
Dalam pertemuan itu, dia mengatakan masa depan Afghanistan masih penuh ketidakpastian, karena rezim yang dibentuk Taliban bersifat sementara.
Melalui pertemuan yang dihadiri Menteri Luar Negeri Pakistan, Iran, Tajikistan, Uzbekistan, dan Turkmenistan, Wang Yi berharap seluruh negara tetangga Afghanistan dapat bekerja sama untuk membantu masalah kemanusiaan di negaranya.
Sejumlah isu yang disoroti Wang Yi adalah pandemi COVID-19, menjaga pelabuhan tetap terbuka, memperkuat pengelolaan dan pengendalian pengungsi, memberikan bantuan kemanusiaan, memperdalam kerjasama kontra terorisme, dan melakukan operasi anti narkoba.
Kemudian, Wang Yi mendesak Taliban untuk mengambil langkah nyata untuk mengalahkan terorisme, serta memperkuat intelijen dan kontrol perbatasan. Ini ditekankan untuk mencegah teroris melarikan diri dari Afghanistan.
Wang Yi juga menekankan bahwa Amerika Serikat (AS) dan sekutunya bertanggung jawab penuh untuk memberikan bantuan ekonomi dan kemanusiaan kepada warga Afghanistan, karena mereka dianggap sebagai pencipta masalah di Afghanistan.
China dan Rusia akan berkoordinasi erat dengan tetangga Afghanistan
KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) dijadwalkan pada 17 September 2021 di Dushanbe, ibu kota Tajikisan.
Direktur Pusat Studi SCO di Shanghai, China, Pan Guang, mengatakan China dan Rusia akan berkoordinasi erat dengan berbagai negara untuk menghadapi tantangan dan situasi terkini di Afghanistan.
Presiden China Xi Jinping mengatakan dalam percakapan telepon dengan Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon, Selasa (7/9/2021), bahwa China siap bekerja sama dengan Tajikistan untuk membangun komunitas keamanan.
Kedua pemimpin bertukar pandangan tentang situasi di Afghanistan dan sepakat untuk terus memperdalam kerjasama kontra terorisme dan keamanan, dan bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas regional.
Pan mengatakan jika Taliban gagal menunjukkan inklusivitas dalam pemerintahan baru, dampaknya juga akan dirasakan oleh negara-negara tetangga. Hal ini terjadi bukan hanya karena kedekatan wilayah, tetapi mereka memiliki identitas yang sama dan mayoritas agama yang dianut warganya.
Taliban ingin memastikan dominasi politik melalui struktur pemerintahannya
https://twitter.com/SCMPNews/status/1435498138907856903?s=20
Analis China mengatakan kabinet yang diumumkan oleh Taliban menunjukkan keinginannya untuk mendominasi politik dan memiliki kendali mutlak atas Afghanistan. Sejauh ini, tampaknya Taliban memprioritaskan solusi internal daripada memenuhi harapan masyarakat internasional.
Namun, karena kabinet belum selesai, ada kemungkinan etnis minoritas dan pasukan non-Taliban akan mengisi pemerintahan.
Beberapa anggota senior Taliban berada dalam daftar sanksi PBB, yang tetap menjadi perhatian utama masyarakat internasional dan juga meningkatkan kesulitan untuk mendapatkan pengakuan dunia.
Mohammad Hasan Akhund diangkat sebagai Perdana Menteri sementara Afghanistan Selasa lalu, dengan Abdul Ghani Baradar dan Abdul Salam Hanafi ditunjuk sebagai Wakil Perdana Menteri sementara.
Juru bicara Taliban Zabihullaj Mujahid mengatakan nama Sarajuddin Haqqani, putra pendiri jaringan Haqqani yang ditunjuk sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, akan menjadi menteri dalam negeri sementara Afghanistan.
Demikian juga, Mullah Mohammad Yaqqob, putra mendiang pendiri Taliban Mullah Mohammad Omar, diangkat menjadi menteri pertahanan sementara Afghanistan.

إرسال تعليق